Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tari

“Load”, Keseimbangan Gender Suku Pepadun Mencari Jawaban di Zurich

Musim panas masih berlangsung di Eropa. Namun cuaca di Rote Fabrik, Wollishofen, Zurich, seperti sudah memasuki musim gugur. Ditambah embusan angin dari Telaga Zurich, siapa pun yang salah kostum, harus menanggung akibatnya. Salah satunya adalah Ayu Permata Sari dan Nia Agustina. Ayu, penari kelahiran Lampung itu, beberapa kali membetulkan kerudungnya. Sementara Nia, dramaturg-nya, juga sibuk menata sweater tenunan Sumba. Kendati demikian, Swiss, negara dengan bentang alam indah namun kerap dikerkahi cuaca kurang bersahabat itu, tidak membuat utusan Indonesia dalam ajang bergengsi di Zurich Theater Spektakel itu, kehilangan keramahannya. Keduanya dengan sabar melayani beberapa komunitas Indonesia yang menemuinya, empat jam sebelum pentas perdananya. Beberapa orang lokal yang menyapanya, juga disambutnya dengan keramahan Indonesia. Load, judul tarian tunggal yang dimainkan Ayu, memang pertama kali akan dipentaskan di Zurich. Tiga hari berturut turut, dari 26 sampai dengan 28 Agustus 202...

Tarian dalam Realitas Kehidupan

"Seni merupakan pantulan dari realitas sosial yang dimana seniman hidup dan menjadi bagian dari lapisan sosialnya (G.V. Plekhanov, 1957)". Dua orang pemuda bertubuh pejal berpakaian hitam-hitam itu duduk berhadapan. Mata mereka saling menatap. Kemudian dengan gerakan yang ganjil, mereka saling memiting. Tak lama kemudian, empat orang pemuda bertubuh dan berpakaian yang sama berjalan perlahan dengan kepala tertunduk dari sisi kanan kiri. Dua pemuda tersebut kemudian bergabung dengan mereka. Awalnya hanya terdiam dengan sesekali gerakan-gerakan kecil. Sementara musik yang mengalun makin meningkatkan tempo, seiring gerakan keenam pemuda yang tampak liar namun dengan tempo yang rapi dan kompak. Keenam pemuda tersebut saling berpasangan, namun pada beberapa kesempatan terlihat seperti berganti pasangannya, yang kemudian diakhiri dengan tatapan mencemooh dari pasangan yang ditinggalkan. Mereka melompat, berlari, berdiri di atas kedua tangan dan kepala. Seperti sebuah kerusuhan. Ad...